KUNJUNGAN dari UNSOED Purwokerto Indonesia

Kunjungan/ Studi Banding Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Indonesia ke Komunitas Masamo Pekalongan pada bulan April 2012, Budidaya Lele Masamo berbasis teknologi EBS (Biofloc)

Kolam Lele KMP

Penebaran Benur Udang Vannamei di Kolam Bulat Portable

GATHERING MS

foto bersama KMP dengan Prof. Suprapto pakar biofloc

KULIAH INDUSTRI AKUAKULTUR APLIKASI TEKNOLOGI BIOFLOC

kuliah industri akuakultur aplikasi teknologi biofloc dalam budidaya ikan aie tawar di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto bersama tim MS dan KMP.

PENGURUS KMP

Ketua Sekretaris dan Litbang

Showing posts with label Kolam Terpal. Show all posts
Showing posts with label Kolam Terpal. Show all posts

4.12.2012

Perhitungan Sederhana Budidaya Lele Sistem EBS




 

Contoh

PERHITUNGAN SEDERHANA




Untuk kolam ukuran 3 x 5 m ( populasi 200 ekor/m³ )
( teknologi EBS – masamo – pakan LP )
Biaya
Benih masamo ukuran 3 – 5 Rp 100/ ekor                              : 300.000
Pakan  :
-          PF 1000         ( 10 kg/ Rp 116.000/ zak ) – 1 zak : 116.000
-          LP 1             ( 30 kg/ Rp 230.000/ zak ) – 2 zak : 460.000
-          LP 2             ( 30 kg/ Rp 216.000/ zak ) – 2 zak : 432.000
-          LP 3             ( 30 kg/ Rp 211.000/ zak ) – 3 zak : 633.000
Probiotik EBS Pro ( isi 5 liter Rp 60.000 )                                :   60.000
                                                                                                          2.001.000
- fixed cost diabaikan
- asumsi        - FCR  : 0,8
                   - SR    : 85 – 90 %
- total panen  : 300 kg x Rp 10.500                                                          : 3.150.000
                                                                                                Laba   : 1.150.000

HPP    : Rp 6.700/ kg

Manajemen Budidaya ENVIRO BALANCE SYSTEM (EBS) part. 5

ENVIRO BALANCE SYSTEM
( STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE )






MANAJEMAN BUDIDAYA


1.      Rotasi Panen
a. Pengelolahan mudah
b. Penghematan cashflow
c.  Rutinitas panen dan tebar benih
d. Hindari panen raya (harga stabil )
e. Rotasi panen kawasan
2.      Target Panen Ideal
-    Waktu           : sesuai rencana dan sistem rotasi
-    Ukuran          : sesuai dengan ukuran pasar ( size, volume )
3.      Pengelolahan Panen
-    Waktu panen : pagi/ sore ( hindarkan suhu eksteem )
-    Penanganan cepat dan tepat ( grading akurat )






RECORDING

-          Kontrol harian/ siklus checklist
-          Fluktuasi pasar
-          Fluktuasi kendala/ penyakit ( pancaroba, hujan, kemarau )
-          Keuangan dan harga panen

BIOSECURITY

-          Kawasan kolam steril
-          Aman dari gangguan suara, fisik dan cahaya, temperatur
-          Peralatan digunakan hanya untuk perkolam untuk menghindari penyebaran penyakit.




Manajemen Sampah Organik ENVIRO BALANCE SYSTEM (EBS) part. 4

ENVIRO BALANCE SYSTEM
( STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE )


 

MANAJEMEN SAMPAH ORGANIK


1.      Hindarkan penumpukan sampah organik (sirkulasi, shypon)
2.      Keseimbangan sampah organik (C : N Ratio)
3.      Penambahan bahan penyeimbang
-          Probiotik
-          Tetes/ Gula/ Terigu
4.      Pengadukan bahan organik untuk menghasilkan substrat
5.      Pembuangan endapan didasar kolam untuk menghindari amoniak dan nitrat, H2S dan CO2




Manajemen Pakan ENVIRO BALANCE SYSTEM (EBS) part. 3


ENVIRO BALANCE SYSTEM
( STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE )


tukang angkut pakan LP (BM)




MANAJEMEN PAKAN


1.      Pakan berkualitas
2.      Ukuran pakan disesuaikan dengan bukaan mulut ikan
3.      Feeding program
-          Porsi makan daya tumbuh optimum perhari (ADG = Average Daily Growth)
-          Porsi makan 80% dari daya kenyang
-          Frekuensi pakan sesuai dengan metabolisme ikan 2 x sehari (untuk pakan keruh    PF-800/ PF-1000 bisa 3 x sehari )
-          Pakan difermentasi menggunakan probiotik EBS Pro untuk menghasilkan enzim :  protease, amilase, lipase dan cellulose
-          Rutinitas sesuai jam biologis/ naluri (tepat waktu)
-          Teknik pergantian pakan
-          Program puasa 1 x makan setiap minggu
-          Pengurangan porsi makan hingga 30%, bila sudah terbentuk substrat/ polymer/ biofloc yang terjadi bila porsi pakan mencapai 500 kg/ hari/ hektar
4.      Target pakan untuk menghindari over size
5.      Pemberian pakan merata dipermukaan


mobil pick-up bakul pakan LP





pakan setelah di fermentasi LP + Probio EBS

Manajemen Benih ENVIRO BALANCE SYSTEM (EBS) part. 2


ENVIRO BALANCE SYSTEM
( STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE )
 






MANAJEMEN BENIH

-          Benih dari induk yang unggul ( masamo )
-          Benih sehat, gerak aktif dan lincah
-          Ukuran sama
-          Dari satu induk yang sama
-          Warna seragam
-          Organ lengkap
-          Bentuk proporsional
-          Benih dari pembenih/ hatchery yang terpercaya





Persiapan Media sistem ENVIRO BALANCE SYSTEM (EBS) part. 1


ENVIRO BALANCE SYSTEM
( STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE )

 
MANAJEMEN AIR

1.   PERSIAPAN MEDIA

 


a.   Desinfektan (suci hama) Kolam

(formalin, methyline blue, kalium pengamanat)

b.   Ketinggian air minimal 80-100 cm

c.    Air dikondisikan 1-2 hari

-   Penggaraman 300-500 gram/m³ (maksimal 15 promili)

-   Stabilisasi kimia air dan pH air






2.   APLIKASI PROBIOTIK

 

 

 

 

a.   Probiotik 2 liter/ hektar
b.   Bakteri yang digunakan
-   Baccilus substilis
-   Baccilus polymixa
-   Baccilus megaterium
-   Baccilus thermopillic
c.    Air dikondisikan 5-7 hari
Populasi bakteri mendominasi media
d.   Intensitas dan dosis aplikasi probiotik
-   Persiapan media 4 cc/m³
-   Pada saat tebar benih 2 cc/m³
-   Selanjutnya pada hari ke-7, 14, 19, 24, 28, 32, 36, 40, 43, 46, 49, 52, 54, 56, 58, 60 masing-masing 2 cc/m³
e.   Fermentasi pakan dengan probiotik 1 cc/ kg pakan

3.   KONTROL KUALITAS AIR

Dominasi Plankton dan Zooplankton, Warna : Hijau Muda Cerah Hijau Tua Pekat





a.   Dominasi plankton dan 200 plankton





-   Warna : hijau muda cerah – hijau tua pekat





-   Bau     : tidak berbau – bau lumut





b.   Dominasi bakteri pengurai

Dominasi Bakteri Pengurai, Warna : Doklat Teh, Coklat Muda, Coklat Pekat, Bau : Tidak Berbau (Asam Amino)




-   Warna : coklat teh – coklat muda – coklat pekat





-   Bau     : tidak berbau – bau asam amino





c.    Dominasi bakteri photosintetic


Dominasi Bakteri Photosintetic, warna Coklat Tua, Merah



-       Warna   : coklat keruh – merah muda cerah





-       Bau       : asam amino



4.   INDIKATOR KUALITAS AIR

a.   Air Sehat
-        Warna cerah, tidak terlalu pekat, tidak berminyak
-        Perilaku ikan : aktif bergerak, nafsu makan tinggi, pada saat siang hari ikan berada didasar kolam
-        Air tidak berbau bau asam amino
b.  Air tidak sehat
-        Warna kusam, pekat, permukaan berminyak
-        Akibat dominasi Blue Green Algae
-        Perilaku ikan : gerakan lamban, menggantung dipermukaan atau pinggir kolam, nafsu makan kurang
-        Bau menyengat → amoniak atau anyir
c.   Pergantian air
-        Situasional
-        Maks 30%
-        Air yang diganti lapisan paling bawah
-        Pergantian dengan cara sirkulasi